Hingga satu tahun program P3S Cluster Brebes Utara berjalan, telah banyak hasil yang dicapai dari kegiatan di lapangan. Saat ini telah terhimpun 90 KK petani dalam 9 Kelompok Tani di bawah naungan 1 Gapoktan (gabungan kelompok tani). Sesuai dengan kegiatan teknis di lapangan, ada empat aktifitas utama dalam program ini yakni penguatan kelembagaan, penguatan kapasitas SDM, pengembangan usaha tani dan pembentukkan jaringan petani. Semua program di atas dilaksanakan dalam paket program pendampingan melalui basis kelompok. Upaya penguatan kelembagaan hingga saat ini terus berjalan melalui pertemuan rutin kelompok tani mingguan dan forum bulanan, pertemuan ini sebagai media sharing informasi dan ”curhat” atas permasalahan petani, selain juga penguatan soliditas para petani mitra. Pelatihan manajemen dan teknologi juga dibuat secara berkala dalam rangka memperkuat kapasitas SDM petani, dengan trainer dari LPS Dompet Dhuafa maupun pendamping lokal.
Demikian pula untuk pengembangan usaha tani, meskipun belum maksimal dalam mendorong peningkatan pendapatan petani, namun secara bertahap dan pasti terus dilakukan, salah satunya melalui penguatan struktur modal usaha yang hingga kini telah bergulir pembiayaan usaha tani hingga mencapai 164 Juta. Besarnya nilai perguliran ini memang belum sebanding dengan tingkat kebutuhan modal usaha tani hortikulture (bawang merah) yang sangat tinggi, hitungan tentatif menyebutkan bahwa perguliran itu baru meng-cover 15-20% dari seluruh kebutuhan modal petani rata-rata. Program teknis lainnya adalah pembentukkan dan penguatan jaringan (networking) dengan pihak luar, saat ini memang belum maksimal untuk kegiatan ini karena masih fokus di penguatan internal petani/kelompok tani /gapoktan.
Melihat besarnya peluang dan tantangan program P3S Brebes Utara yang baru berjalan satu tahun ini, maka sangatlah tepat bila program ini akan terus dikembangkan dalam skala yang lebih intensif berdasarkan analisa kebutuhan dan masalah di lapangan. Target tahun ke-2 program akan diarahkan pada penguatan basis ekonomi komunitas dan penambahan penerima manfaat petani mitra program. Secara konsep, pemandirian program akan ditempuh melalui penguatan basis ekonomi dan kelembagaan petani di mana kedua sasaran ini memiliki potensi kuat untuk menyokong kemandirian ekonomi program dan komunitas. Dengan operasional sederhana, petani akan menggulirkan perputaran ekonominya melalui aktivitas usaha gapoktan sebagai penyedia sarana produksi pertanian (saprotan) dan fasilitasi hasil produk petani serta pengembangan usaha lainnya yang rasional dan menguntungkan secara ekonomi (misalnya ternak). Akumulasi keuntungan dari kegiatan bisnis komunitas inilah yang akan menjadi bahan dasar bagi keberlanjutan pembiayaan program. Sedangkan penambahan petani mitra adalah bentuk komitmen untuk memperluas jaringan kerja petani dan anggota program.
Munculnya program penguatan dan pengembangan ekonomi komunitas merupakan penjabaran atas konsep kewirausaan sosial (social enterpreunership) yang diadopsi dalam upaya percepatan peningkatan pendapatan petani. Selain juga upaya mensinergikan konsep kerja intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi dalam pengembangan program pemberdayaan petani sehat Cluster Brebes. Sehingga upaya mendorong kesejahteraan petani dapat segera terwujud lebih cepat sesuai dengan indikator program.
Informasi selengkapnya bisa menghubung info@pertaniansehat.or.id
Hits (194)Tags: cluster brebes utara