Upaya tidak ada habisnya, cucuran keringat dan darah petani untuk menyediakan hasil bumi bagi seluruh negeri. Saatnya kita semua saling peduli dan meraih berkah bersama.

Catatan Pelatihan Budidaya Padi Sehat dan Praktek Pembuatan Kompos di Cluster Cianjur

Jum`at, 30 Oktober 2009 08:49:09

Cluster CianjurGriya Tani Sehat Desa Sukaraharja  – Cianjur, Pelatihan budidaya padi sehat dan praktek pembuatan kompos menjadi  kebutuhan petani di cluster Cianjur karena akan memasuki musim tanam padi pada  bulan November. Cluster Cianjur merupakan wilayah binaan baru LPS dan saat ini  mereka masih melakukan budidaya padi secara konvensional dengan menggunakan  pestisida dan pupuk kimia. Oleh karena itu, pelatihan budidaya padi sehat sangat  penting dilakukan di Cianjur sebagai langkah awal transfer teknologi pertanian  ramah lingkungan yang dikembangkan oleh LPS selama ini. Pelatihan budidaya padi  sehat dan pembuatan kompos yang dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2009  bertujuan untuk memberikan pemahaman  mengenai konsep maupun teknologi pertanian sehat dan pembuatan kompos sehingga petani mampu mempraktekkan  budidaya padi sehat dan pembuatan kompos dilapangan secara mandiri dan  berkelompok. Pelatihan  budidaya padi sehat dibagi menjadi dua sesi yaitu pemberian teori budidaya padi  sehat dan praktek pembuatan kompos.

 Acara dimulai dengan pembukaan oleh pendamping  Cianjur Ayi Rachmat dilanjutkan dengan sambutan oleh general manager program  Casdimin SP. Peserta dari pelatihan pertanian sehat ini yaitu petani P3S dari  Cianjur sebanyak 55 orang dan siswa dari Yayasan Pesantren Miftahul Falah  (YPMF) sebanyak 15 orang. Acara pelatihan dibuka dengan pemberian materi  pelatihan terlebih dahulu oleh Kuswolo Darmo sebagai manager penelitian dan  pengembangan, teori yang pertama adalah mengenai cara budidaya padi sehat.  Budidaya padi yang saat ini dilakukan oleh petani di daerah Sukaraharja umumnya  masih konvensional dengan penggunaan pestisida kimia dan pupuk kimia yang  berlebihan. Untuk itu, diberikan pemahaman kepada petani untuk melaksanakan  budidaya pertanian sehat secara ramah lingkungan tanpa menggunakan pestisida  kimia dan menurunkan dosis penggunaan pupuk kimia yang seharusnya diberikan  sesuai kebutuhan tanaman. Selanjutnya disampaikan cara menguji tanah sawah dengan  menggunakan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) dari salah satu petak sawah di  daerah tersebut, hasil pengujian menunjukkan kandungan unsur hara N tinggi,  unsur P dan K rendah. Jadi petani di lahan sawah tersebut selama ini terlalu  banyak memberikan pupuk Urea (N). Selain mengurangi pemberian pupuk kimia,  petani disarankan untuk menggunakan kompos sebagai pupuk dasar dalam pengolahan  tanah. Manfaat kompos sangat tinggi yaitu untuk mengembalikan kesuburan tanah,  sebagai bahan makanan mikroorganisme yang menguntungkan seperti cacing dan  musuh alami; juga memberikan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

 Teori selanjutnya yaitu pengenalan pestisida  nabati yang dibawakan oleh Ida Farida. Untuk mengurangi penggunaan pestisida  kimia, maka dikenalkan pestisida nabati. Kelebihan pestisida nabati yaitu  murah, mudah, dan tidak mencemari lingkungan. Pestisida nabati dapat  menggunakan bahan tanaman yang ada disekitar daerah tersebut, seperti daun  Tuba, daun Tephrosia, daun Babadotan, daun sirsak, daun seray, Petay, Jengkol,  dll. Masing-masing bahan pestisida nabati dapat diaplikasikan pada satu jenis  hama atau pun dapat dicampurkan antara bahan yang satu dengan bahan yang lain.  Kelemahan pestisida nabati yaitu mudah terdegradasi dialam sehingga penggunaannya  harus sesering mungkin jika populasi hama tinggi.

 Masalah hama dan penyakit tanaman sering menjadi  kendala dalam budidaya tanaman, karena pengaruh pola pikir petani yang belum  puas kalau tidak menyemprot pestisida kimia. Dari alasan itulah maka terjadi  resistensi hama (hama menjadi kebal), resurjensi hama (ledakan hama baru),  pencemaran lingkungan dan merugikan kesehatan. Untuk itu petani diberikan ilmu  pengenalan hama dan penyakit utama pada padi untuk mengenal lebih jauh hama dan  penyakit dikaitkan dengan penggunaan pestisida. Teori hama dan penyakit utama  pada tanaman padi diberikan oleh Eneng Rina Agustina. Hama utama yang menjadi  permasalahan di petani yaitu penggerek batang padi, wereng cokelat dan wereng hijau,  walang sangit, keong mas, dan tikus. Sedangkan penyakit utama yang menjadi  kendala dalam budidaya padi yaitu hawar daun bakteri/kresek yang disebabkan  oleh bakteri Xanthomonas campestris dan blast yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia  oryzae.

 Pengendalian hama dan penyakit yang saat ini dikembangkan  oleh LPS yaitu untuk mengendalikan penggerek batang padi menggunakan Nematoda  Patogen Serangga (NPS), walang sangit dan wereng dapat menggunakan Pestisida  Nabati (PASTI), keong mas dan tikus dapat dilakukan dengan cara kultur teknis  dan mekanis dapat menggunakan sistem padi legowo yang dapat mengontrol  keberadaan hama tersebut. Untuk masalah penyakit, petani dapat memilih benih  padi bersertifikat tahan terhadap penyakit, dan dapat menggunakan PGPR pada  saat penyemaian benih padi untuk memberikan ketahanan pada tanaman padi.  pengurangan pemberian pupuk kimia N seperti urea dapat menurunkan jumlah  penyakit dilapang. Acara dilanjutkan dengan diskusi dari petani dan tim Litbang  LPS.
  Kegiatan selanjutnya yaitu praktek pembuatan  kompos secara anaerob dan aerob. Kompos dapat dibuat dengan cara anaerob dan  aerob, perbedaan dari keduanya yaitu bakteri yang digunakan dalam kompos  anaerob tidak memerlukan udara dalam proses penguraian bahan organik menjadi  kompos. Sebaliknya bakteri yang digunakan dalam kompos aerob memerlukan udara  dalam proses penguraian bahan organik menjadi kompos. Setelah membuat kompos  anaerob, petani di Desa Sukaraharja Cianjur tersebut selanjutnya membuat kompos  aerob. Petani sangat bersemangat dalam pembuatan kompos anaerob dan aerob.  Karena waktu yang sangat terbatas, maka praktek pembuatan pestisida nabati  dilakukan sendiri oleh petani di waktu yang lain. [Nenk]
  Cluster CianjurCluster Cianjur

kirim ke teman | versi cetak

Kegiatan Lainnya