Pertani Genjot Produksi Pupuk Organik
BUMN ini akan memproduksi sekitar 100 ribu ton pupuk organik pada tahun ini. Direktur Pemasaran PT Pertani, Ir Wahyu MM, menjelaskan untuk mendapatkan hasil produksi sebanyak itu, pihaknya melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memang memiliki kapabilitas untuk memproduksi pupuk organik. ''Kami memang mengambil peran untuk memproduksi pupuk organik. Wahyu menjelaskan dengan memasyarakatkan kembali pupuk organik, secara perlahan bisa mengembalikan kondisi fisik dan biokimia tanah. Walaupun idealnya butuh waktu sekitar lima tahun, namun ke depannya dunia pertanian bisa kembali dalam kondisi baik. Menurut Wahyu, berdasarkan pengalamannya, penggunaan pupuk organik sudah cukup berhasil, seperti di Ngawi, Jawa Timur dengan tanaman padi jenis hibrida. ''Ini bukti bahwa pemakaian pupuk organik bisa diandalkan,'' katanya. Sayangnya, lanjut Wahyu, masih banyak petani yang belum menganggap pupuk organik sebagai pupuk. Pasalnya, ada kesan bahwa petani harus menggunakan pupuk organik sebanyak 4 ton untuk setiap satu hektarenya. ''Untuk menjawab tantangan ini, perlu diproduksi pupuk organik yang efisien, yakni dalam bentuk granol yang diperkaya mikrobia, sehingga untuk satu hektare hanya dibutuhkan 750 kg ditambah 200 kg NPK.'' Dengan begitu, penggunaan pupuk organik setara dengan pupuk kimia yang setiap hektar-nya dibutuhkan sekitar 600 kg urea dan 200 kg NPK. Artinya, dengan membiasakan pemakaian pupuk organik, hasilnya akan jauh lebih baik, sebab selain berfungsi sebagai pupuk untuk tanaman, juga berfungsi sebagai pembenah tanah. Pilihan bermitra dengan UKM, menurut Wahyu, didasari oleh pertimbangan bahwa bahan baku organik relatif menyebar. Misalnya kotoran hewan, sampah, kompos jerami (terutama bekas pengembangan jamur), maupun blontong gula. ''Sebagian besarnya sudah dikuasai oleh petani dan UKM,'' katanya. Selain menguasai bahan baku, para UKM pun sudah memiliki alat-alat produksi pupuk kompos, organik padat, dan granul. Walaupun konvensional, mereka sudah memiliki pengalaman dalam berproduksi. ''Jadi bicara produksi organik padat, sudah turun-temurun diproduksi petani, UKM, maupun kelompok tani,'' jelasnya. ant/fir Sumber: Republika, 26 Oktober 2009![]()
Tujuannya, selain untuk mengembalikan pertanian kita agar bisa tetap diandalkan sebagai sumber pendapatan, juga untuk menggairahkan produksi pupuk organik di sektor UKM.
Walaupun PT Pertani sendiri sudah memproduksinya sejak 1998,'' ungkap Wahyu kepada wartawan di Jakarta akhir pekan lalu.
Visitors :137256 Org
Hits : 342809 hits
Month : 757 Users
