Program :: Produksi & Bisnis
PROBIS
Probis adalah kegiatan yang dijalankan oleh Divisi Produksi dan Divisi Bisnis dalam rangkaian kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dengan divisi lain di Lembaga Pertanian Sehat.
PRODUKSI
Perkembangan peradaban manusia menimbulkan adanya perkembangan teknologi untuk peningkatan kebutuhan dan keinginan manusia baik jumlah, variasi, dan macamnya. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk memenuhinya dengan meningkatkan kemampuan menyediakan atau menghasilkannya. Demikian pula dalam bidang pertanian, sesungguhnya banyak sekali teknologi dalam bidang pertanian yang sudah ditemukan, namun tidak banyak yang dapat dimanfaatkan oleh petani secara langsung.
Untuk itu Divisi Produksi LPS-DD mulai merakit beberapa teknologi yang mudah, murah, praktis dan tepat guna bagi petani. Selain itu Divisi ini bertanggung jawab membuat/ memproduksi seluruh temuan teknologi yang sudah melalui uji produk dan prototipe.
Produk-produk yang dirakit dan dikembangkan adalah sarana produksi pertanian yang berbasis sumber bahan baku lokal, murah, mudah, dan ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini diantaranya untuk memutus rantai kapitalistik di bisnis saprotan sintetik dan memutus ketergantungan petani terhadap bahan-bahan kimia yang selain harganya semakin mahal sekaligus memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia, ekosistem pertanian dan lingkungan.
Divisi Produksi LPS-DD dituntut mampu memproduksi saprotan-saprotan yang mempunyai nilai jual, berkualitas, ramah lingkungan, harga terjangkau dan mampu menopang pergerakan bisnis lembaga.
Garis Besar yang dilakukan Divisi Produksi ;
- Perbaikan dalam manajemen produksi dan operasi
- Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi
- Pengembangan produk
Produk-produk yang telah diproduksi ;
- Vitura (Sl-NPV gen II, pengendali hama ulat) atas permintaan PT Nasa
- Virexi (Se-NPV gen II, pengendali hama ulat) atas permintaan PT Nasa
- VIR-L (Sl-NPV gen I, pengendali hama ulat)
- VIR-X (Sl-NPV gen I, pengendali hama ulat)
- OFER (Kompos)
- TOP SOIL (Media tanam)
- PASTI (botanical pesticide)
Produk-produk yang masih dalam pengembangan (rancang bangun);
- NPS (Nematoda Pengendali Serangga)
- Tricoderma
- Gliocladium
- Pupuk Cair
Selain bertugas memproduksi, Divisi Produksi juga menjalankan fungsi QC (Quality Control) untuk produk-produk yang dipasarkan LPS-DD. Seperti Beras SAE dan OFER yang diproduksi oleh cluster/mitra tani LPS-DD.
BISNIS
Bisnis/usaha yang dilakukan oleh LPS-DD merupakan upaya penguatan lembaga dalam rangka kemandirian. Untuk itu LPS-DD membentuk Divisi Pemasaran dan Distribusi yang diberi tugas mengelola produk-produk yang telah dihasilkan oleh lembaga, baik yang bersifat barang maupun jasa hingga bisa dipergunakan konsumen (user).
Pelaksanaan misi lembaga bagi kegiatan pemasaran dan distribusi adalah ;
- Menjalin kemitraan usaha dengan para petani ataupun pelaku agribisnis lain yang saling menguntungkan.
- Mengembangkan jaringan pemasaran produk-produk pertanian sehat dalam skala nasional.
- Mendapatkan keuntungan yang layak, halal, dan berkah.
LPS-DD berusaha mensejajarkan diri dengan perusahaan/lembaga lain dalam rangka kegiatan pemasaran terhadap produk-produknya. Beberapa strategi sudah mulai diterapkan di lembaga. Kegiatan pemasaran LPS termasuk kedalam pemasaran multiproduk. Artinya bahwa berbagai produk yang dihasilkan dari hasil penelitian dan pengembangan merupakan produk utama yang harus bisa dipasarkan oleh bagian ini. Metode penentuan prioritas pemilihan produk unggulan sedang dilakukan oleh LPS, sehingga dalam waktu yang akan datang akan lebih fokus. Kemampuan dan jumlah SDM juga menjadi alasan yang cukup relevan terhadap pemasaran multiproduk ini. Upaya-upaya penguasaan tehnik-tehnik pemasaran dan metode-metodenya juga penting.
Dalam mencapai sasaran strategi pemasaran untuk meningkatkan kebutuhan terhadap produk, bagian Pemasaran melakukan langkah-langkah sebagai berikut;
Peningkatan jumlah pemakai produk-produk yang dipasarkan oleh LPS atau meningkatkan pasar baru (konsumen baru yang belum pernah menggunakan produk). Menjalankan strategi informasi tentang manfaat-manfaat yang terkandung didalam produk tertentu; misalnya Beras SAE merupakan beras bebas residu pestisida sehingga sangat berbeda dengan beras biasa. Tentunya hal ini didukung dengan penerapan teknologi ramah lingkungan yang dilaksanakan petani pada saat menanam bahan baku (padi) Beras SAE dan dukungan uji bebas residu pestisida yang dilakukan secara rutin.
Upaya penetapan harga yang bersaing juga menjadi salah satu strategi peningkatan penggunaan produk-produk LPS; misalnya dikemasan Beras SAE dituliskan slogan ”Jangan Korbankan Kesehatan Anda, Mulailah mengkonsumsi produk Bebas Pestisida, Kesehatan Anda Lebih Mahal Harganya”, diharapkan dengan penekanan ini konsumen merasa tidak akan rugi membeli walaupun lebih mahal tetapi dengan harapan kesehatannya lebih terjamin. Hal ini juga bukan isapan jempol. Sebab menurut penelitian beberapa waktu yang lalu, hampir seluruh beras yang diuji coba mengandung residu bahan kimia berbahaya melebihi ambang batas yang diperbolehkan.
Produk-produk Barang yang di pasarkan oleh LPS-DD diantaranya ;
- Beras SAE (Beras Sehat, Aman, Enak)
- Vitura (Agen Pengendali Hayati, diproduksi untuk PT. Natural Nusantara)
- Virexi (Agen Pengendali Hayati, diproduksi untuk PT. Natural Nusantara)
- OFER (Kompos Berkualitas)
- TOP SOIL (Media Tanam Berkualitas)
- PASTI (insektisida hayati)
- Bio MENTARI (Pupuk Organik Cair)
Produk-produk Jasa yang dipasarkan dan ditangani oleh LPS-DD diantaranya ;
- Pelatihan Pertanian berbasis Pertanian Sehat (ramah lingkungan)
- Konsultasi Bidang Pertanian
- Pengelolaan Kerjasama Penelitian dan Pengembangan
Visitors :137252 Org
Hits : 342800 hits
Month : 760 Users
